Saya cukup menggemari musik-musik atau komposisi klasik. Hal ini sejalan dengan pengalaman saya menjadi anggota sebuah klub musik semasa SMA dulu, Galas String Chamber namanya . Kalau ada satu keputusan yang akan selamanya saya syukuri, bergabung dalam klub ini salah satunya.

Bermain biola bagi saya layaknya mendapatkan kenaikan kasta hahaha . Karena dari saya banyak belajar dari sana, selain bermain alat musik yang mahal katanya, saya juga belajar mengenai hal hal seperti tata krama dalam sebuah pementasan musik klasik, membaca nada, ataupun berpakaian seharusnya.

Bagi saya, musik klasik tidak selamanya membosankan justru ada beberapa piece yang bisa didengarkan dan memberikan rasa, suasana, ataupun perasaan tertentu. Musik klasik juga bukan hanya milik mereka yang berpakaian jas dengan sepatu derby dengan brogue di ujungnya. Musik klasik juga milik buruh pabrik yang baru saja pulang dari shift 8 jam nya. Musik klasik milik semua.

Karenanya pada tulisan ini saya akan membagikan beberapa piece yang hmm menurut saya punya intrepretasinya tersendiri. Silahkan didengar ya!

Sad / Being Emotional / Need a Good Cry

Winter Ball / Waltz / Dancing for a Couple

On Fire / Let’s Conquer the World

Tragic / Crazy / “Are You Being Possessed?”

Dancing Around Children / Cheerful / Vibing

Ada juga beberapa Church Choir atau Gregorian Choir yang saya suka dengar, worth to listen:

Miserere Mei, Deus by Gregorio Allegri Traditional: Ad Completorium Tenebrae Responsory: Tenebrae factae sunt Tristis est anima mea O vos omnes