Agaknya aku sepakat dengan Jung dan Freud bahwa mimpi merupakan salah satu cara tubuh untuk menunjukkan bahwa jauh di dalam diri kita terdapat kesadaran purba atau collective unconscious. Sesuatu itu beragam, bisa berupa trauma yang kita ingin hapus dan lupakan, sesuatu yang indah dan berkesan, atau sekadar hal hal yang selalu kita takutkan. Mereka akan memasuki alam ketidaksadaran. Jadi, jika kesadaran seseorang terasa tidak sempurna, maka hal hal seperti ini yang akan naik dan mengisi kesadaran kita.
Lebih jauh ditelusuri, dalam proses pengisian kesadaran yang tidak sempurna itu tubuh tidak hanya akan menampilkannya lewat mimpi; Bisa juga melalui hal hal yang kita anggap "Lucu" dan sering kali kita alami. Seperti suatu seketika kita lupa apa yang ingin kita sampaikan padahal rasanya 1 detik yang lalu kita masih hafal betul hal tersebut. Atau saat kita berjalan untuk melakukan sesuatu dan seketika kita lupa dalam sepersekian detik "Apa yang sebenarnya ingin kita lakukan?" Dan ternyata saat kita menengok lebih jauh, mungkin begini kejadiannya: Saat kita ingin berbicara mengenai sesuatu, tiba tiba seseorang berkata hal lain kepada kita sehingga fokus perhatian kita akan berpindah kepadanya. Kesadaran kita pun otomatis meninggalkan hal yang sudah- ingin kita sampaikan ke hal hal lainnya.
Begitupun dengan kasus kedua, kejadiannya seperti ini: Mungkin, saat kita berjalan tanpa kita sadari kita mencium "bau" sesuatu yang mengingatkan kita akan hal hal yang berkaitan dengan bau tersebut. Atau ambil contoh ketiga, kita sedang ingin mengetik sesuatu tetapi yang terketik justru bukan kata yang kita maksud. Seperti sore ini, aku sedang mandi tiba tiba aku lupa mau apa, padahal jelas saat itu aku ingin membilas badanku. Lalu selesai mandi, aku baru ingat, aku memakai sabun lifebouy warna kuning saat mandi tadi. Dan itu membawaku jauh mengingat bahwa aku memakai sabun yang "sama" saat bulan ramadhan kemarin. Saat dimana aku harus kehilangan 3 orang- yang kusayangi di keluargaku, saat covid ini menghantam keluargaku habis habisan. Dan ternyata, bau ini mengingatkanku terhadap kejadian traumatis yang aku berharap tidak akan pernah lagi terjadi kepadaku.
Alam bawah sadar kita juga terkadang memberikan kita semacam gambaran akan masa depan sehingga cenderung berperan sebagai peringatan atau hanya sekedar pemberitahuan. Inilah yang disebut sebagai insting. Dan tidak tepat agaknya jika menilai semua ini berkaitan dengan mistis. Karena semuanya sesederhana alam bawah sadar yang menghitung segala kemungkinan yang terjadi atas perilaku perilaku yang kita jalani. Lalu mereka naik ke alam sadar sebagai mimpi, yang jika orang tersebut cermat bisa saja menjadi peringatan buat dia.
Namun kita, manusia manusia modern justru mengabaikan hal hal irasional seperti ini. Kita cenderung menganggap bahwa mimpi hanya sekedar bunga tidur semata. Karenanya, Jung menganggap manusia modern justru seseorang yang "sakit" karena membuang hal penting seperti ini.