Hari ini aku kembali melanjutkan buku yang sedang kubaca dalam 2 sampai 3 hari terakhir ini, “The Demon-haunted World” karya Carl Sagan. Bab yang sedang kubaca salah satunya berjudul, sains dan harapan.

Sagan menyenggol mengenai kita, sebagai manusia seringkali terlalu rumit dalam melihat sesuatu. Kerumitan yang bahkan tidak disertai dengan pengamatan, pencarian, percobaan, dan kenyataan itu sendiri dalam proses pengambilan kesimpulan tersebut.

Aku akan mengambil 3 kasus yang berkaitan dengan hal ini, sehingga sekiranya kita semua akan mengerti apa yang sedang ingin aku coba jelaskan.

Kasus pertama: pilar pilar angkasa dan kemunculan sang dewa

Kasus ini cukup menarik perhatianku, di Jepang tepatnya di prefektur Hokkaido muncul sebuah cahaya berbentuk layaknya tiang tiang di atas langit malam kala iutu. Tidak hanya di Jepang, selang beberapa minggu kemudian, giliran Korea tepatnya bagian Pulau Jeju yang mendapati fenomena aneh ini.

image.png

Tidak sedikit orang mengaitkan fenomena ini dengan alien yang sedang mencoba membuat kontak dengan manusia atau dewa dewa agama tertentu sedang turun, ingin memberi pujian, teguran, atau bahkan pesan kepada umat manusia.

Kasus kedua: Red Blood Sky di China

Untuk kasus ini akupun sempat dibuat takjub dan skeptis ketika pertama kali mengetahui hal ini. Langit malam yang gelap dan gulita di China harus berubah menjadi warna merah seperti darah.

image.png

Kasus ketiga: Unidentified Flying Object

Kali ini datang dari Amerika Serikat, negeri dimana berbagai macam teori unik lahir disana. Dikabarkan beberapa orang melaporkan melihat benda jatuh dari langit malam. “They are fast, It was a lot closer than in this video, but it was falling straight down from the sky. It was going fast i couldn’t get a picture or video,” tulis salah satu pengguna di kolom komentar.

image.png

Lantas, apa yang bisa kita lihat? Mari melihat dalam dua kacamata atau sudut pandang yang berbeda.

Sudut pandang pertama

Dalam sudut pandang pertama aku menempatkan diri sebagai seseorang yang diliputi dengan kedugaan, ketidaktahuan, penuh dengan teori teori yang tidak bisa dipecahkan, ufo maniac, dan pihak awam.

Aku bisa saja mengatakan (atau memang itu yang dikatakan oleh sebagian orang orang di masing masing kolom komentar kejadian di atas) bahwa pilar pilar tersebut, red blood sky, dan UFO muncul di tahun tahun setelah merebaknya wabah covid-19. Dengan mudahnya aku akan mengaitkan fenomena itu semua dengan projek projek rahasia tingkat tinggi atau hasil hasil percobaan laboratorium yang lolos begitu saja.

Maksudku, dengan merebaknya wabah covid-19 awal di China, kepercayaan publik terhadap sains, saintis, atau bahkan ilmu pengetahuan itu sendiri benar benar diuji dan terpecah. Tidak sedikit yang percaya pandemi tersebut hasil rekayasa, atau vaksin vaksin yang tersedia merupakan sebuah program yang dilakukan untuk mengurangi populasi manusia, atau bahkan didalam vaksin tersebut disisipkan sebuah chip yang bisa mengontrol manusia. Sehingga, rasanya sangat adil dan masuk akal jika aku membuat kesimpulan semacam itu.

Sudut pandang kedua

Atau mari kita melihat dengan kerangka berfikir sains: kumpulkan informasi sebanyak banyaknya, saring dan cari fakta yang ada, buat hipotesa, uji, lalu simpulkan.